Senja Sejuta Rasa
Senja
selalu datang dengan cara yang pelan, seolah memberi ruang bagi siapa pun untuk
meresapi setiap perubahan warna yang muncul di langit. Ada sesuatu yang hangat,
menenangkan sekaligus menusuk di balik kilauan senja sore itu, menjadi
pengingat bahwa segala yang indah memang tidak pernah bertahan lama. Dalam
diam, senja mengajak kita untuk menerima bahwa hidup penuh dengan perpisahan
kecil: cahaya yang meredup, waktu yang bergerak, dan perasaan yang perlahan
berubah. Namun, justru dalam kefanaan itulah senja menjadi begitu berarti. Ia
mengajarkan bahwa keindahan tidak perlu bertahan selamanya untuk terasa
mendalam.
Ketika
memandang senja, ada perasaan yang sulit dijelaskan, seakan ada ruang di dalam
diri yang tiba-tiba terbuka. Di sana tersimpan kenangan, harapan, dan hal-hal
yang mungkin tidak pernah kita ucapkan. Senja membuat kita jujur pada diri
sendiri; menghadapkan kita pada apa yang selama ini disembunyikan. Mungkin
itulah mengapa banyak orang menemukan ketenangan sekaligus kesedihan dalam
waktu yang sama. Karena senja tidak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga
kesempatan untuk merasakan sesuatu dengan utuh ;tanpa tergesa, tanpa
ditutup-tutupi. Dalam cahaya indah sore itu, kita belajar bahwa kedalaman
perasaan sering muncul justru ketika semuanya sedang menuju kearah yang tak
lagi terang..
(red/muallimshir24_)