STRATEGI DAN CARA LOLOS STUDI KASUS PPG
Studi kasus adalah tes berbasis situasi pembelajaran nyata di kelas, di mana peserta diminta:
-
Menganalisis masalah pembelajaran,
-
Menentukan solusi pedagogis yang tepat, dan
-
Menunjukkan refleksi profesional sebagai guru.
Tes ini mengukur kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan penerapan pedagogi, bukan sekadar hafalan teori.
🎯 Tujuan Penilaian Studi Kasus
-
Menilai kemampuan guru memahami karakteristik peserta didik.
-
Mengukur kecakapan guru menganalisis masalah pembelajaran nyata.
-
Menilai kemampuan merancang solusi berbasis pendekatan yang tepat.
-
Menguji konsistensi refleksi dan nilai-nilai profesional guru.
💡 STRATEGI DAN CARA LOLOS STUDI KASUS PPG
1. Pahami Format Soal Studi Kasus
Biasanya soal disajikan dalam bentuk:
-
Narasi situasi kelas (misal: siswa tidak fokus belajar, siswa beragam kemampuan, hasil belajar rendah).
-
Pertanyaan analisis seperti:
-
Apa permasalahan utama dalam kasus tersebut?
-
Apa penyebabnya?
-
Strategi pembelajaran apa yang tepat diterapkan?
-
Bagaimana cara mengevaluasi keberhasilan strategi tersebut?
-
📘 Tip: Jangan langsung menjawab solusi, tapi analisis dulu masalahnya secara runtut.
2. Gunakan Langkah Analisis Pedagogik Sistematis
Gunakan kerangka “4A” (Analisis – Alternatif – Aksi – Asesmen):
| Tahap | Panduan | Contoh |
|---|---|---|
| Analisis | Identifikasi masalah inti dan penyebabnya (siswa, guru, lingkungan, metode, media). | “Masalah utama adalah rendahnya motivasi siswa karena metode ceramah yang monoton.” |
| Alternatif Solusi | Tawarkan beberapa strategi pembelajaran aktif. | “Dapat diterapkan model Project Based Learning atau Differentiated Instruction.” |
| Aksi / Implementasi | Jelaskan langkah nyata yang akan dilakukan. | “Guru mengelompokkan siswa berdasarkan minat belajar dan memberikan proyek mini.” |
| Asesmen / Refleksi | Sebutkan cara mengevaluasi hasil dan tindak lanjut. | “Gunakan rubrik penilaian proyek dan refleksi siswa untuk menilai keberhasilan.” |
3. Gunakan Bahasa Reflektif dan Profesional
-
Hindari jawaban normatif seperti “Guru harus sabar dan rajin.”
-
Gunakan istilah akademik seperti differensiasi konten, strategi scaffolding, formative assessment, literasi numerasi, dan refleksi pembelajaran.
🧠 Tip: Penilai mencari jawaban yang menunjukkan Anda paham mengapa strategi itu dipilih, bukan hanya apa strateginya.
4. Kaitkan dengan Profil Pelajar Pancasila dan Merdeka Belajar
Sisipkan nilai-nilai seperti:
-
Gotong royong, bernalar kritis, mandiri, beriman & berakhlak mulia.
Contoh:
“Pendekatan pembelajaran berbasis proyek saya pilih agar siswa dapat berkolaborasi dan bernalar kritis sesuai profil Pelajar Pancasila.”