Tahun Pertama di PGSD UNESA Ngapain Aja?
Program Studi
Pendidikan Guru Sekolah Dasar adalah salah satu prodi dengan peminat atau
pendaftar tiga besar terbanyak di Universitas Negeri Surabaya setiap tahun.
Tercatat pada jalur SNBP 2025 kemarin terdapat 1.594 pendaftar dan pada jalur
SNBT 2025 terdapat 1.772 pendaftar. Melihat data pendaftar yang banyak setiap
tahunnya, maka tidak heran kalau prodi ini selalu masuk pada peringkat 5 besar
prodi dengan peminat terbanyak. Lalu, kegiatan perkuliahan PGSD di tahun
pertama itu ngapain aja sih? Yuk kita simak!
Pada
awal masuk kuliah, tentunya mahasiswa baru PGSD Unesa akan mengikuti masa
orientasi pengenalan lingkungan kampus beserta akademiknya yang disebut PKKMB.
Disini, mahasiswa baru akan dikenalkan dengan sistem administrasi dan akademik
daring (SIAKAD), cara berinteraksi dengan dosen, mengenali peraturan yang ada
dalam PGSD seperti aturan berpakaian setiap hari, dan lain sebagainya. Umumnya
kegiatan PKKMB ini berlangsung paling lama lima hari dan ditutup dengan
kegiatan inagurasi yang dimeriahkan oleh mahasiswa baru.
Setelah
kegiatan PKKMB selesai, mahasiswa baru akan mengambil KRS (Kartu Rencana Studi)
yang sudah disiapkan oleh prodi dengan sistem paket sejumlah 19 SKS. Masuk pada
hari pertama kuliah mahasiswa akan mengikuti mata kuliah dasar yang menjadi
fondasi profesi guru, seperti Dasar Pendidikan, Psikologi Pendidikan, Kajian
Kebahasaan, dan lain sebagainya. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa
diperkenalkan pada prinsip-prinsip pedagogis dan karakteristik anak usia
sekolah dasar, sehingga mulai memahami siapa peserta didik yang kelak akan
mereka dampingi. Selain belajar teori, tahun pertama di PGSD juga mulai
diajarkan untuk menumbuhkan keterampilan mengajar sederhana. Mahasiswa biasanya
dilatih untuk membuat tujuan pembelajaran, modul ajar, pengorganisasian kelas, dan
menyusun soal evaluasi yang sesuai. Latihan-latihan ini memberikan pengalaman
awal tampil di depan kelas, meningkatkan rasa percaya diri, dan memperkenalkan
bagaimana guru harus mampu berkomunikasi dengan jelas, menarik, dan
terstruktur. Aktivitas kelas yang kreatif juga menjadi bagian penting dalam
keseharian mahasiswa PGSD. Diskusi kelompok, presentasi singkat, pembuatan
media pembelajaran, refleksi mandiri, hingga analisis kasus pembelajaran
membuat mahasiswa terbiasa berpikir kritis dan solutif dalam menghadapi masalah
pendidikan.
Selain
itu, di luar kegiatan perkuliahan di kampus, tahun pertama juga menjadi waktu
yang tepat untuk mengeksplorasi organisasi dan kepanitiaan. Banyak mahasiswa
yang mulai aktif di Himpunan Mahasiswa, UKM, atau komunitas pengabdian
masyarakat. Pengalaman ini membantu membangun jejaring pertemanan, melatih
kerja sama, dan mengasah kepemimpinan serta kompetensi yang sangat dibutuhkan
oleh calon pendidik. Meskipun praktik lapangan penuh belum dilaksanakan,
mahasiswa tahun pertama sudah mulai dikenalkan pada dunia sekolah dasar melalui
tugas-tugas observasi di sekolah, merancang media pembelajaran yang modern,
melakukan pagelaran drama singkat, analisis kurikulum, serta studi kasus
mengenai perilaku belajar anak. Lalu, pada output dari setiap karya tugas mata
kuliah mahasiswa PGSD akan didaftarkan ke Hak Cipta.
Tak
lupa, di tahun pertama ini mahasiswa PGSD sudah bisa mengikuti kegiatan KMD
(Kursus Mahir Dasar) yang nantinya digunakan sebagai syarat kelulusan mahasiswa
PGSD. Kegiatan pramuka dasar ini dilaksanakan selama satu minggu penuh dan
dilakukan diluar lingkup Unesa. Tentunya, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk
mahasiswa PGSD yang nantinya akan menjadi pembina pramuka di sekolah dasar.
Semua kegiatan di tahun pertama sebagai mahasiswa PGSD sangat beragam dan menyenangkan.
Semua hal yang didapatkan selama satu tahun itu akan membantu mahasiswa
memahami bahwa menjadi guru bukan hanya soal mengajar, tetapi juga seni
mendidik, membina karakter, dan menciptakan suasana belajar yang aman dan
menyenangkan.
Penulis: Shabrina Muhamida Fitri