Teknik Keuangan yang Bikin Kantong Mahasiswa Aman Sampai Akhir Bulan
Kehidupan mahasiswa seringkali identik dengan uang pas-pasan, terutama menjelang tanggal tua. Tantangan keuangan di masa kuliah sangat kompleks: ada kebutuhan akademik, biaya kos, godaan hangout dan kopi, serta tekanan untuk tetap tampil modis. Tanpa strategi yang jelas, kantong mahasiswa akan mudah "bocor" dan membuat stres. Oleh karena itu, menguasai teknik keuangan bukan lagi pilihan, melainkan keahlian wajib yang akan menentukan kemandirian Anda, baik saat ini maupun di masa depan. Kunci utamanya adalah mengubah kebiasaan konsumtif menjadi kebiasaan budgeting yang disiplin.
Salah satu teknik keuangan paling ampuh yang bisa diterapkan mahasiswa adalah metode budgeting 50/30/20. Caranya adalah membagi total pendapatan (atau uang kiriman) Anda menjadi tiga pos:
50% untuk Kebutuhan Pokok (Needs): Ini mencakup biaya wajib seperti sewa kos, uang makan sehari-hari, transportasi, dan biaya kuliah (jika ada).
30% untuk Keinginan (Wants): Ini adalah dana untuk self-reward atau hal-hal yang tidak wajib tapi menyenangkan, seperti hangout, beli kopi kekinian, streaming film, atau belanja baju baru.
20% untuk Tabungan dan Investasi (Savings/Investment): Ini adalah bagian yang harus diamankan di awal untuk dana darurat, investasi, atau tabungan biaya liburan/kursus. Dengan mengalokasikan 20% di awal, Anda menjamin bahwa kantong Anda aman untuk masa depan.
Seringkali, mahasiswa tidak tahu ke mana uang mereka habis inilah yang disebut "dana misterius." Untuk menghindarinya, Anda harus melacak setiap pengeluaran sekecil apa pun. Gunakan aplikasi pencatat keuangan sederhana di ponsel atau buku catatan. Lakukan review mingguan untuk melihat pola pengeluaran Anda. Dengan melacak, Anda akan terkejut melihat seberapa besar uang yang habis untuk pengeluaran sepele (misalnya, jajan online atau biaya parkir) yang sebenarnya bisa dihemat. Pengetahuan ini adalah kekuatan terbesar Anda dalam mengendalikan keuangan.
Sebagai mahasiswa, Anda memiliki akses ke banyak manfaat diskon. Selalu cari diskon pelajar untuk transportasi, software, bioskop, atau tempat makan. Selain itu, hemat biaya kopi adalah strategi klasik yang sangat efektif. Jika Anda terbiasa membeli kopi take away mahal setiap hari, coba kurangi frekuensinya menjadi dua kali seminggu, atau bawa kopi buatan sendiri dari kos. Penghematan harian kecil ini, jika dikalikan selama satu bulan, dapat menghasilkan dana yang cukup besar untuk ditabung atau dialokasikan ke pos wants Anda.
Jika uang kiriman terasa tidak mencukupi, jangan ragu mencari side hustle yang fleksibel, seperti freelance, asisten dosen, atau menjadi content creator. Penghasilan tambahan ini dapat dialokasikan langsung ke pos 30% (wants) atau 20% (savings) Anda. Terakhir, jika Anda benar-benar kesulitan, jangan takut berbicara terbuka dengan orang tua tentang kebutuhan riil Anda. Komunikasi yang jujur tentang biaya hidup dapat mencegah stres berlebihan dan memastikan Anda mendapatkan dukungan yang cukup tanpa harus berhutang.
Menguasai teknik keuangan saat kuliah adalah investasi terbaik untuk masa depan Anda. Ini mengajarkan disiplin, tanggung jawab, dan cara hidup sesuai kemampuan. Dengan menerapkan metode budgeting 50/30/20, melacak pengeluaran, dan memanfaatkan status mahasiswa, Anda tidak hanya akan memastikan kantong Anda aman sampai akhir bulan, tetapi juga meletakkan fondasi yang kuat untuk kesuksesan finansial setelah lulus.
Penulis : Mufrida Nur Azizah