Tidak Apa-Apa Terlihat Biasa, Hidup Bukan Ajang Unjuk Pencapaian
Di era media sosial seperti sekarang, hidup rasanya seperti panggung yang selalu dinilai banyak mata. Ada tekanan yang membuat kita merasa setiap langkah harus terlihat luar biasa, berprestasi, menginspirasi, dan layak dipublikasikan. Jika tidak, muncul rasa takut terlihat tertinggal dibanding orang lain.
Banyak mahasiswa melihat teman-temannya sudah mendapatkan magang bergengsi, memenangkan kompetisi, aktif menjadi pembicara, memiliki usaha online, atau terlibat dalam organisasi besar. Sementara itu, sebagian lain masih mencoba memahami materi mata kuliah yang sulit dan belajar mengatur rutinitas harian. Perbandingan itu kadang terasa menusuk dan membuat kita merasa tidak cukup baik.
Standar pencapaian perlahan bergeser. Bukan lagi soal apa yang kita inginkan, tetapi lebih kepada apa yang terlihat keren dan bisa diposting. Validasi seolah hanya datang dari yang tampak, bukan dari perjuangan dan perjalanan di belakang layar.
Padahal, tidak semua perkembangan hidup harus terlihat.
Ada yang sedang belajar memperbaiki pola tidur.
Ada yang sedang mencoba konsisten belajar satu jam setiap hari.
Ada yang sedang fokus mengatur kesehatan mental.
Ada yang sedang berusaha membangun kepercayaan diri.
Ada yang sedang perlahan belajar menerima kekurangan diri dan berdamai dengan masa lalu.
Semua itu juga proses penting. Hanya saja, tidak selalu terlihat dan tidak perlu diumumkan agar bernilai.
Sering kali, terlihat biasa dianggap sebagai kegagalan. Padahal kenyataannya, terlihat biasa justru menunjukkan bahwa kita sedang membangun hidup secara pelan dan realistis, berdasarkan kemampuan diri, bukan tekanan sosial.
Tidak masalah jika hidupmu tidak secepat orang lain.
Tidak masalah jika kamu belum tahu ingin menjadi apa.
Tidak masalah jika kamu masih mencari arah dan membangun kebiasaan sehat secara bertahap.
Karena hidup bukan perlombaan lari singkat. Hidup lebih mirip perjalanan panjang dengan ritme yang berbeda untuk setiap orang.
Nilai dirimu tidak ditentukan dari seberapa banyak pencapaian yang bisa kamu tunjukkan. Nilai dirimu datang dari bagaimana kamu menghargai proses, berusaha menjadi lebih baik, dan tetap jujur dengan kebutuhan serta kemampuan diri.
Jika hari ini kamu merasa biasa saja, tidak apa-apa.
Itu bukan tanda bahwa kamu gagal.
Itu hanya berarti kamu sedang berproses sebagai manusia yang sedang berkembang.
Dan itu sudah cukup.
Penulis: Hafizh Muhammad Ridho