Waktu Luang: Diisi, Dibiarkan, atau Dimanfaatkan?
pgsd.fip.unesa.ac.id,
Surabaya - Waktu luang merupakan bagian penting dalam dinamika kehidupan
mahasiswa, meskipun sering kali tidak disadari. Di tengah padatnya aktivitas
akademik mulai dari kuliah, tugas, hingga kegiatan organisasi, ruang jeda kerap
dianggap sebagai sisa waktu yang tidak memiliki peran berarti. Padahal, cara
mahasiswa mengelola waktu kosongnya dapat menjadi indikator bagaimana ia
membangun ritme hidup yang sehat dan produktif selama perkuliahan.
Waktu luang tidak
selalu harus diisi dengan aktivitas produktif, melainkan digunakan ruang bagi
diri untuk beristirahat justru dapat meningkatkan kapasitas kognitif dan
emosional. Istirahat yang terencana memungkinkan mahasiswa memulihkan fokus,
mengurangi kelelahan mental, dan menstabilkan motivasi belajar. Selain sebagai
ruang istirahat, waktu luang juga membuka peluang pengembangan kompetensi.
Banyak mahasiswa memanfaatkan jeda ini untuk mengeksplorasi minat, memperdalam
keterampilan baru, atau mengikuti kegiatan yang mendukung pengembangan soft
skill sampai sekadar merapikan catatan, semua itu dapat membentuk konsistensi
yang bermanfaat dalam jangka panjang.
Dengan demikian,
pemanfaatan waktu luang tidak dapat dipandang sebagai pilihan antara produktif
atau tidak produktif. Yang lebih penting adalah kesadaran dan tujuan di balik
penggunaannya. Ketika mahasiswa mampu menyeimbangkan istirahat, aktivitas
akademik, dan pengembangan diri, waktu luang menjadi bagian integral dalam
membangun keseimbangan hidup dan kesiapan menghadapi tuntutan belajar di
perguruan tinggi.
Karena di kampus,
bukan hanya tugas yang membentuk kita tetapi juga bagaimana kita mengatur jeda
di antaranya.
Penulis: Elis