Workshop Kemandirian Dorong Siswa Atur Waktu dan Tugas Sendiri
pgsd.fip.unesa.ac.id - Sejumlah siswa mengikuti “Workshop Kemandirian” yang digelar untuk melatih kemampuan mengatur waktu dan menyelesaikan tugas secara mandiri. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, dan keterampilan manajemen diri sejak dini. Para peserta mendapatkan berbagai materi tentang prioritas tugas, perencanaan harian, serta teknik menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Selain itu, siswa juga dilibatkan dalam simulasi situasi nyata agar mampu mengambil keputusan secara mandiri. Workshop ini menghadirkan sesi diskusi interaktif sehingga siswa dapat bertukar pengalaman dan strategi. Fasilitator membimbing peserta dalam memahami pentingnya mengatur waktu secara efektif. Kegiatan ini diharapkan membekali siswa dengan keterampilan yang bermanfaat untuk studi maupun kehidupan sehari-hari. Antusiasme siswa terlihat dari aktifnya mereka dalam setiap sesi workshop.
Para peserta juga diajak untuk membuat rencana mingguan dan harian secara mandiri. Setiap siswa diminta menyusun jadwal kegiatan serta memprioritaskan tugas-tugas yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Dengan cara ini, mereka belajar menghadapi konsekuensi dari keputusan sendiri. Fasilitator memberikan umpan balik agar siswa mampu mengevaluasi efektivitas pengaturan waktu mereka. Selain latihan perencanaan, workshop juga menekankan pentingnya motivasi diri dalam mencapai target. Sesi praktik mengajarkan siswa untuk tetap fokus meskipun menghadapi gangguan. Metode ini diharapkan menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian yang lebih kuat. Dengan terbiasa mengatur waktu, siswa juga diharapkan lebih siap menghadapi tantangan belajar di masa depan.
Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari para peserta. Banyak siswa mengaku lebih sadar pentingnya manajemen waktu setelah mengikuti workshop. Mereka merasa lebih percaya diri dalam menyelesaikan tugas tanpa harus terus diawasi. Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan keterampilan hidup yang lebih luas. Selain mengasah kemandirian, kegiatan ini juga meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan perencanaan. Siswa yang terbiasa mengatur diri sendiri diharapkan mampu menghadapi berbagai situasi dengan lebih efektif. Metode ini pun diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari untuk membentuk karakter mandiri. Kegiatan diakhiri dengan evaluasi dan pembagian tips praktis bagi peserta. Semangat dan antusiasme siswa menandakan keberhasilan workshop dalam menanamkan kemandirian.
Penulis: Aghnia